Hacking

Hacking is unauthorized intrusion into a computer or a network. The person engaged in hacking activities is generally referred to as a hacker. This hacker may alter system or security features to accomplish a goal that differs from the original purpose of the system.

SQL INJECTION

SQL injection is a code injection technique that might destroy your database. SQL injection is one of the most common web hacking techniques. SQL injection is the placement of malicious code in SQL statements, via web page input.

IP TRANSMITTER

PLodar 16 function IP Transmitter. A robust Transmitter IP67 rated. Large membrane buttons on a wipe clean surface. Function button legends fully customisable with hundreds of legends available. 60 metre range.

COMPUTER

Computer is everything and can do some shit to other

TKJ

Have fun with Computer

Rabu, 09 Agustus 2017

BAB 4 ASPEK DALAM TEKNOLOGI KOMUNIKASI DATA DAN SUARA

Aspek Aspek Komunikasi Data Dan Suara

Aspek Komunikasi Suara

Untuk melakukan komunikasi data dan suara harus memenuhi beberapa aspek sebagai berikut :
1 . Communication Channel.
     Yang pertama adalah jalur lintas data, yaitu

  • Simplex. adalah komunikasi yang dilakukan secara satu arah, penerima hanya bisa sebagai penerima, dan pengirim hanya bisa sebagai pengirim. Contoh, TV, radio
  • Half Duplex. komunikasi ini dapat dilakukan sebagai pengirim dan penerima, namun dilakukan secara bergantian. Contoh handy talky
  • Full Duplex. yang terakhir adalah full duplex, komunikasi ini dilakukan secara dua arah, dapat menjadi pengirim dan penerima secara bersamaan tanpa harus bergantian. Contoh Handphone
2. Serial Communication

    Maksudnya adalah komunikasi harus dilakukan secara urut, harus lewat blok komunikasi

  • Sender. Dalam kumunikasi harus ada pihak sebagai pengirim
  • Transmisi. Harus ada juga media transmisi untuk menyalurkan informasi
  • Receiver. Dalam berkomunikasi harus ada juga pihak sebagai penerima
3. Teknik Transmisi
    Ada dua cara dalam melakukan teknik transmisi, yaitu sebagai berikut
  • Asynschronous. adalah teknik yang tidak menggunakan kanal timing yang terpisah.
  • Synschronous. adalah teknik yang menggunakan kanal yang terpisah untuk transmisi data dan informasi waktu
Itu adalah beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk melakukan komunikasi data dan suara

BAB 3 PROSES KOMUNIKASI DATA DALAM JARINGAN

Pengenalan Proses Komunikasi Data Komputer
Proses komunikasi data komputer adalah perpindahan data suatu komputer sumber (transmiter) ke komputer tujuan (receiver) yang melewati suatu media penghantar dalam bentuk bit-bit. Salah satu contoh dari proses komunikasi data komputer adalah video conference pada komputer, dimana suara dan video yang dihantar harus terlebih dahulu dirubah dalam bentuk kumpulan bit-bit sebelum memasuki media penghantaran untuk dikomunikasikan.Dunia dewasa ini lebih dikuasai oleh mereka yang menguasai informasi (‘The Third Wave’-Alvin Toffler, 1991). Negara atau individu yang menguasai informasi akan dapat membuat kerja dengan lebih produktif, baik, tepat dan membuka inovasi-inovasi baru. Penggunaan internet misalnya telah meningkatkan atau membawa perubahan kepada kemampuan komunikasi manusia dan meningkatkan untuk mendapatkan begitu banyak informasi.Contoh aplikasi komunikasi data, antara lain :
• Mengeluarkan uang dari mesin ATM di tempat yang jauh dan telebanking
• Pembayaran rekening air, listrik dan telepon (telebanking)
• Pembayaran gaji karyawan
• Internet (surat elektronik/e-mail, informasi/www, pertukaran file/ftp)
Contoh Proses Komunikasi Data Pada Komputer
Keterangan :
  1. Dasar utama komunikasi data adalah pertukaran bit-bit data (yang diwakili oleh signal eletronik antara dua peranti).
  2. Data ditukar kedalam kumpulan rangkaian bit dengan menggunakan metoda tertentu seperti : ASCII, EBCDIC atau MORSE.
  3. Kumpulan rangkaian bit dipindahkan secara paralel (beberapa bit serentak) dalam komputer.
  4. Biasanya media penghantaran memindahkan data secara serial (satu bit demi satu bit).
  5. Pemindahan data serial akan menggunakan aturan asynchoronous atau synchoronous. Aturan ini juga adalah satu synchoronization – peraturan yang perlu ada agar penerima dapat menentukan bila signal akan diterima dan kapan signal akan berakhir.
  6. Ukuran kecepatan penghantaran adalah berapa banyak bit yang dapat dihantar dalam waktu tertentu (detik). Unit yang digunakan adalah bps (contohnya adalah kecepatan modem dengan 28.8 Kbps dan kecepatan backbone Indosatnet adalah 2 Mbps – mega bit per second).
  7. Data dalam komputer diwakili dalam bentuk digital (tegangan listrik yang tetap) dan media penghantaran biasanya diwakili dalam bentuk analog (tegangan listrik yang berubah-ubah).
  8. Penghantaran secara digital mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan analog. Banyak rangkaian saat ini telah beralih kepada digital (contohnya diproduksi televisi digital). Data yang berbentuk analog harus ditukar kepada digital untuk penghantaran secara digital dapat dilakukan. Salah satu metoda pendigitalan yang sangat popular adalah PCM (Pulse Code Modulation).
  9. Pergerakan kumpulan bit (menggunakan signal tegangan listrik) melalui media penghantaran tidak menjamin data akan sampai dengan selamat, terdapat banyak gangguan terhadap tegangan listrik yang menyebabkannya menjadi lemah.
  10. Penguat signal digunakan untuk menguatkan kembali signal, nama alatnya adalah amplifier (untuk signal analog) dan repeater (untuk signal digital).
  11. Bit yang rusak perlu ditandai dan bila perlu dibetulkan. Cara-cara menentukan kerusakan bit atau yang perlu diperbaiki menggunakan cara: bit pariti, CRC dan kode Hamming (untuk membetulkan kerusakan bit).
  12. Penandaan bit yang diralat sangat penting dalam komunikasi data.
  13. Jika bit yang diralat ditandai, penerima akan meminta penerima menghantar kembali data (tergantung pada protokol yang dibuat dalam komputer) .
  14. Protokol sangat penting untuk keseragaman dalam komunikasi, komunikasi data yangmelibatkan banyak protokol perlu disepakati oleh sistem komunikasi.
  15. Terdapat banyak badan yang membuat protokol seperti ISO, IEEE, CCITT, EIA, ANSI dan lain-lain.
  16. Kontrol aliran (flow control) diperlukan untuk penghantar agar tidak menghantar terlalu cepat sehingga penerima tidak sempat memproses data yang diterima.
  17. Komunikasi pada jarak yang jauh memerlukan peralatan komunikasi data tambahan, seperti cara AM (Amplitudo Modulation) yang dikenal dengan DCE (Data Communication Equipment).
  18. Jalur (kawat) telepon menggunakan signal analog – komunikasi data yang menggunakan jalur telefon memerlukan MODEM untuk menukar signal digital dari komputer ke signal analog dan ditukar kembali ke signal digital sebelum memasuki sistem komputer.
  19. Modem digunakan untuk memodulasi gelombang : terdapat beberapa jenis pemodulatan gelombang ; AM, FM, PM dan kombinasi diantaranya.
  20. Modem harus ada pada dua ujung komunikasi; faktor kesamaan, kecepatan dan jenis jenisnya perlulah dipahami cara kerjanya.
  21. Bila banyak piranti yang ingin berhubungan dengan peranti lain, menghubungkan setiap peranti tersebut (satu demi satu) dengan peranti yang ingin dihubungkan adalah tidak mudah / praktis terutama jika jaraknya sangat jauh.
  22. Cara pe-multiplekseran (multiplexing) digunakan untuk menambah kemampuan penggunaan media komunikasi. Cara ini dapat menggunakan beberapa media komunikasi yang dapat dilalui oleh banyak jenis signal (satu kawat untuk signal RCTI, SCTV dan TVRI pada saluran antena telavisi) atau HUB (untuk jaringan komputer).
  23. Apabila banyak piranti yang akan dihubungkan antara satu dengan lain, cara yang efektif adalah menghubungkan peranti tersebut kepada rangkaian komunikasi, seperti kalau tidak memakai rangkaian komunikasi maka jalur / kabel telepon untuk setiap pelanggan akan dipasang satu per satu untuk banyak orang yang akan dihubungi (one to many).
  1. Terdapat tiga rangkaian komunikasi yang utama; WAN (Wide Area Network) – untuk jarak yang jauh, MAN (Metropolitan Area Network) – untuk rangkaian kawasan antar kota dan LAN (Local Area Network) – untuk rangkaian lokal dan dalam satu bangunan atau menghubungkan satu-dua bangunan yang dekat.
  2. Rangkaian WAN biasanya menggunakan cara komunikasi data yang disediakan oleh penyedia komunikasi data (common carrier). Terdapat banyak penyedia komunikasi data di Indonesia dengan perbagai aturan komunikasi seprti IndosatNet, Indonet, MegaNet, WasantaraNet.
  3. Cara komunikasi dalam WAN dikelompokkan dalam 4 cara, yaitu; dial-up, leased line (sewa jalur khusus), jalur switched (circuit-switched) dan paket switched (packet-switched).
  4. LAN menggunakan kabel sendiri dengan aturan susunan pemasangan kabel (topologi), aturan yang popular dalam LAN adalah IEEE 802.3 (Ethernet), IEEE 802.5 (token-ring) dan FDDI (Fiber Optik).
 Perkembangan Komunikasi Data
1)      Tahun 1837, Samuel Morse mempatenkan sistem telegraph
2)      Tahun 1860, Pony Express mambuat sistem yang lebih murah biaya dibanding telegraph dan yang dihantarkan hanya huruf dan angka
3)      Tahun 1876, Alexander Graham Bell mempatenkan sistem telefon
4)      Tahun 1919, dunia menyetujui pemakaian telefon secara automatik
5)      Tahun 1800-an, signal yang dihantar menggunakan media kawat tembaga, menimbulkan masalah dalam pemasangan kawat, sehingga dipikirkan cara untuk mengurangi penggunaan kawat.
6)      Penelitian awal dalam masalah ini dilakukan, seperti Joseph Henry dengan penelitian ‘oscillations’ berfrekuensi tinggi dan Heinrich Hertz dengan gelombang eletromagnetik.
7)      Tahun 1962, USA telah melancarkan Telstar (satelit komunikasi)
8)      Tahun 1970,  percobaan wireless oleh IBM
9)      Tahun 1983, Telkom memperkenalkan Datel (Data Over Telephone Line), pengguna dapat menggunakan PSTN (Public Switched Telephone Network) untuk komunikasi data.
10)  Tahun 1990,  penyebaran internet ke seluruh dunia
11)  Tahun 1990, pemasaran produk wireless
12)  Tahun 1993, pemakaian ISDN (Integrated Services Digital Network) diperkenalkan.
13)  Tahun 1994, Telkom mulai memasang ATM dan menyatukan dengan teknologi SDH (Synchronous Digital Hierarchy) untuk video conference seperti multimedia interaktif.
14)  Tahun 1994, pemasyarakatan Internet dan beberapa tahun kemudian (sekitar tahun 1997) dibangunnya Backbone Indosatnet untuk melayani pengguna

Media Komunikasi Dan Penghantar Data
Media komunikasi yaitu alat tempat jalur jalannya data. Media komunikasi terdiri atas 2, yaitu :
  1. Guided (dipandu), yaitu media yang membawa data melalui saluran yang fisiknya dapat dilihat, seperti kabel telpon, kabel koaxial dan kabel serat optik.
  2. Unguided (tidak dipandu), yaitu yang membawa data yang saluran fisiknya tidak dapat dilihat, seperti melalui udara, satelit dan infra merah.
Media Guided
Media jenis guided yang digunakan dalam komunikasi data terdiri atas :
a)      Twisted-Pair (2 kabel yang dijalin)
Spesifikasi kabel ini adalah :
ü  Harganya paling murah dibandingkan dengan media komunikasi yang lain.
ü  Mengandung dua kabel tembaga yang dijalin (twist), dimana jalinan ini berfungsi untuk mengurangi gangguan
ü  Sesuai untuk jarak jauh dengan frekuensi yang rendah. Bandwidth 3100 Hz (300 3400 Hz) dengan kecepatan penghantaran data antara 2400 bps – 28.8 Kbps (kilo bit per second) yang tergantung terhadap modulasi, kerapatan media dan teknologi interface yang digunakan.
ü  Dapat membawa data pada kecepatan 64 Kbps sampai 100 Mbps.
ü  Dapat digunakan untuk membawa data dan suara, yang biasanya digunakan pada telepon
b)      Kabel Coaxial
Spesifikasi kabel ini adalah :
ü  Satu jenis kabel tembaga yang mengandung tiga lapisan pelindung untuk menghalangi gangguan.
ü  Inteference dari luar akan diserap oleh konduktor luar dan dibumikan (ground)
ü  Jenis kabel ini mempunyai beberapa jenis berdasarkan besar diameternya.
ü  Digunakan untuk frekuensi yang tinggi sampai 400 MHz, dan dapat membawa data sampai ratusan Mbps.
ü  Media ini sering digunakan untuk kabel antena TV.
ü  Wayar tembaga (konduktor dalam) Penebat Konduktor luar (Jalinan Wayar Tembaga) Penebat Luar
c)      Kabel Fiber Optic
Spesifikasi kabel ini adalah :
ü  Ukurannya sangat kecil (seperti sebesar rambut).
ü  Terbuat dari kaca atau plastik, karena kaca dapat membawa data lebih jauh.
ü  Mempunyai bandwidth dan kecepatan yang sangat tinggi (dalam LAN dapat membawa data dengan kecepatan rata-rata 100 Mbps).
ü  Menggunakan cahaya untuk membawa data, dengan metoda mehidupkan (switch on) atau mematikan (switch off) cahaya.
ü  Datanya tidak dapat terganggu oleh bunyi.
ü  Data yang sedang dihantar tidak dapat di sabotase dari luar karena pengkodean sangat rumit.
ü  Harga kabel dan interfacenya (FDDI – Fiber Distributed Data Interface) lebih mahal dibandingkan dengan kabel coaxial.
ü  Lebih tahan terhadap karat, kebakaran dan kilat, dan bahan kimia yang dapat merusaknya hanya asam hydroflourik.
Media Unguided
Media jenis unguided yang digunakan dalam komunikasi data terdiri atas :
a)      Satelit
Kelas frekuensi yang dapat dihantar oleh satelit terdiri atas :
i. C-Band : dengan frekwensi 4-6 GHz (Giga Hertz)
ii. Ku-Band: dengan frekwensi 12-14 GHz
iii. Ku-Band: dengan frekwensi 20-30 GHz
Kemampuan satelit, terdiri atas :
i. Membawa data dengan kadar yang sangat cepat.
ii. Biaya yang murah
iii. Dapat menjangkau kawasan yang luas
iv. Penyampaian data tidak bergantung terhadap jarak
Untuk menerima data di bumi menggunakan VSAT (Very Small Aperture Terminal), tetapi sangat bermasalah dalam keselamatan data dan gangguan hujan.
b)      Gelombang Mikro
Spesifikasi media ini adalah :
  1. Menggunakan cakram parabola untuk menerima atau menghantar data
  2. Penghantaran data harus dalam bentuk ‘line of sight’ (tidak boleh ada penghalang).
  3. Sangat cocok untuk kawasan yang susah untuk pasang kabel
  4. Datanya mudah terganggu oleh hujan yang lebat dan asap
  5. Setiap jarak 25 – 30 meter harus menggunakan repeater.
  6. Tidak begitu cocok untuk kawasan bandar udara karena akan dapat bercampur dengan gelombang yang lain.
Penghantaran data melalui media penghantar terdiri atas 2 (dua) cara, yaitu :
  1. Baseband, yaitu penghantaran data yang dilakukan oleh signal digital, sehingga data yang dihantar melalui media penghantar digital tidak perlu terjadi pertukaran signal (hanya menggunakan signal digital).
  2. Broadband, yaitu penghantaran data dilakukan oleh signal analog, sehingga data digital yang dihantar harus terlebih dahulu ditukar ke signal analog sebelum memasuki media penghantar. Media yang digunakan untuk menukar signal dinamakan dengan MODEM (Modulator Demudulator). Kelemahan penghantaran broadband adalah karena kompleknya data dan biaya yang lebih tinggi (kabel & modem).
Meningkatkan Kemampuan Proses Komunikasi Data
Komunikasi data yang baik adalah meningkatkan kemampuan komunikasi dan mengurangkan biaya dalam melakukan komunikasi data. Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi data dapat dilakukan dengan cara menggunakan alat tertentu atau teknik-teknik tertentu seperti alat yang dapat dipakai bersama dalam komunikasi, memberikan kerja-kerja komunikasi kepada alat tambahan dan sebagainya.
Terdapat beberapa piranti komunikasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi seperti pemakaian bersama-sama kabel atau jalur komunikasi seperti:
FEP (Front End Processor)
Host adalah suatu mesin yang sangat cepat dan sesuai digunakan untuk mengontrol penyajian, penyimpanan dan pengambilan data dengan baik, dan tidak sesuai untuk melayani terminal yang lambat (akan menyebabkan host tidak maksimal menggunakan kemampuannya, sebab akan dibebani oleh untuk melayani terminal-terminal yang lambat) dan FEP biasanya mempunyai buffer untuk melayani terminal yang lambat.
Jenis FEP terdiri atas 2, yaitu :
i. Peralatan yang khusus diprogram.
ii. Komputer mini atau mikro yang sudah mempunyai peralatan yang  dikhususkan untuk bertindak sebagai FEP.
Bentuk pengontrol yang dilakukan oleh FEP adalah seperti :
• Pengontrol data mencapai media penghantar (seperti polling dan selecting),
• Pembentukan pesan dan menyajikannya,
• Pengontrol memperbaiki kesalahan data (ralat),
• Log (historical logging atau statistical logging)
Jenis-jenis FEP, terdiri atas :
• Channel Extender, yaitu FEP yang mempunyai harga rendah dan mempunyai fungsi yang kurang. Alat ini dapat digunakan untuk menyambungkan secara terus-menerus menambah kecepatan pita penyimpanan, pencetak dengan kecepatan tinggi, komputer mikro atau komputer mini.
• Line Splitter, yaitu hampir sama dengan piranti pemakaian bersama port, kecuali untuk jarak yang jauh dari FEP (dekat dengan lokasi terminal-terminal).
• (Remote) Intelligent Controller, yaitu hampir sama dengan line splitter, tetapi juga dapat melakukan kerja sebagian dari tugas FEP. Contohnya pemakain bersama terhadap satu modem dengan menggunakan satu jalur saja.
Multiplexer
Multiplexer yaitu suatu piranti yang dapat dilalui oleh beberapa channel melalui satu kabel secara transparan untuk host atau terminal, dengan multiplexing akan dapat dilalui oleh kabel untuk terminal atau piranti secara penggandaan, seperti 4, 8, 16 atau 32 secara serentak. Multiplexer diletakan pada ujung piranti komunikasi yang mempunyai kecepatan tinggi dengan menggunakan konfigurasi Multidrop.
  1. Protocol converters, yaitu menghubungkan rangkaian-rangkaian yang menggunakan protokol yang berbeda
  1. Line splitter, yaitu suatu piranti yang dapat dipakai bersama-sama oleh banyak terminal berkongsi menjadi satu port FEP.

BAB 2 ANALISIS BERBAGAI STANDAR KOMUNIKASI DATA

Kompetensi Dasar 
  1. Menganalisis berbagai standar komunikasi data
  2. Menyajikan berbagai standar komunikasi data
Latar Belakang
  • Jaringan telekomunikasi dirancang untuk melayani beragam pengguna yang menggunakan berbagai macam perangkat yang berasal dari vendor yang berbeda
  • Untuk merencanakan dan membangun suatu jaringan secara efektif, diperlukan suatu standard yang menjamin interoperability, compatibility, dan kinerja yang dipersyaratkan secara ekonomis
  • Suatu standard yang terbuka (open standard) diperlukan untuk memungkinkan interkoneksi sistem, perangkat maupun jaringan yang berasal dari vendor maupun operator yang berbeda
Yang menetapkan standard resmi suatu negara tertentu dapat anda lihat berikut ini:
  • Indonesia : Menkominfo
  • Inggris : British Standard Institute (BSI)
  • Jerman : Deutsche Industrie-Normen (DIN)
  • Amerika : American National Standard Institute (ANSI)
  • BRT : Badan Regulasi Telekomunikasi >> BadanStandar Indonesia
Standar = Protokol ?


Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras. Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka panjang.

Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak variasi di dalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:

  1. Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin lainnya.
  2. Melakukan metode "jabat-tangan" (handshaking).
  3. Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  4. Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  5. Bagaimana format pesan yang digunakan.
  6. Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  7. Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya
  8. Mengakhiri suatu koneksi.


Organisasi Standar Teknologi Komunikasi dan Data Internasional

Berikut ini berbagai Badan atau Organisasi yang menangani standarisasi Teknologi Komunikasi Data International.

Badan Standard Eropa
  • ETSI: European Telecommunications Standards Institute > Suatu badan independent yang menetapkan standard untuk komunitas Eropa, Contoh : standard GSM
  • CEN/CENELEC: European Committee for Electrotechnical Standardization/European Committee for Standardization > Badan standardisasi teknologi informasi
  • CEPT: Conférence Européenne des Administrations des Postes et des Telecommunications > Sebelum ada ETSI, melakukan pekerjaan yang dilakukan ETSI
Badan Standard Amerika
  • IEEE : Institute of Electrical and Electronics Engineers > Asosiasi engineer elektro internasional, Contoh standard : LAN
  • EIA: Electronic Industries Association > Organisasi pabrik perangkat elektronika Amerika, Contoh standar: RS232
  • FCC: Federal Communications Commission > Badan regulasi pemerintah Amerika
  • TIA: Telecommunications Industry Association > Bertugas mengadaptasi standard dunia ke dalam lingkungan Amerika
Organisasi Global

1. ITU : International Telecommunication Union > Badan khusus PBB yang bertanggung jawab di dalam bidang telekomunikasi

Dibagi ke dalam dua badan standard:
> ITU-T (huruf T berasal dari kata telekomunikasi)
Berasal dari CCITT (Comité Consultatif International de Télégraphique et Téléphonique, atau International Telegraph and Telephone Consultative Committee)
Mempublikasikan rekomendasi untuk jaringan telekomunikasi publik
> ITU-R (huruf R berasal dari kata radio)
Berasal dari CCIR (Comité Consultatif International des Radiocommunications atau International Radio Consultative Committee)
Mempublikasikan rekomendasi yang berhubungan dengan aspek-aspek radio seperti penggunaan frekunsi di seleuruh dunia

2. ISO/IEC : The International Standards Organization/International Electrotechnical Commission
Organisasi standard bidang teknologi informasi
> ISO berperan dalam standard dan protokol komunikasi data 
> IEC berperan di dalam standard yang meliputi aspek electromechanical (seperti konektor), lingkungan dan keselamatan

3. IETF: Internet Engineering Task Force > Bertanggung jawab terhadap arsitektur Internet dan Mengatu standardisasi protokol TCP/IP untuk Internet

Tiga teknologi yang yang diperlukan untuk berkomunikasi melalui jaringan telekomunikasi:

1. Transmisi

  • Transmisi adalah proses membawa informasi antar end points di dalam sistem atau jaringan
  • Sistem transmisi yang sekarang menggunakan empat buah medium transmisi berikut : Kabel tembaga, Kabel serat optik, atau Gelombang radio
  • Cahaya pada ruang bebas (misalnya infra merah)
  • Dalam suatu jaringan telekomunikasi, sistem transmisi digunakan untuk saling menghubungkan sentral (router)
  • Keseluruhan sistem transmisi ini disebut jaringan transmisi atau jaringan transport (transport network)

2. Switching

  • Suatu teknologi yang digunakan pada switch untuk menghubungkan (men-switch) panggilan (pada jaringan telepon) atau
  • Mengarahkan/memforward paket dari suatu link ke link yang lain

3. Signaling

  • Signaling adalah mekanisme yang memungkinkan entitas yang berada di dalam jaringan (misalnya perangkat di pelanggan, switch dsb.)
  • Untuk membentuk, mempertahankan, dan memutuskan suatu sesi di dalam jaringan
  • Proses signaling dilaksanakan menggunakan suatu sinyal atau pesan tertentu
  • Contoh: ketika kita mengangkat handset telepon untuk melakukan panggilan akan terdengar nada panggil (dial tone)
  • Dial tone mengindikasikan bahwa sentral telepon siap menerima informasi nomor yang dituju

Senin, 07 Agustus 2017

BAB 1 KOMUNIKASI DATA

1. Pengertian Komunikasi Data

Komunikasi Data  merupakan bentuk komunikasi yang secara khusus berkaitan  dengan transmisi
atau pemindahan data antara komputer-komputer, komputer dengan piranti-piranti yang lain dalam
bentuk data digital yang dikirimkan melalui media Komunikasi Data.  


Gambar. Komunikasi data
Komunikasi Data saat ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, karena telah diterapkan dalam
berbagai bentuk aplikasi misal: komunikasi antar komputer yang populer dengan istilah internet,
Handphone ke komputer, Handphone ke Handphone, komputer atau handphone ke perangkat lain
misal: printer, fax, telpon, camera video dll. 

Model Komunikasi data:
a. Komunikasi data Simplex: satu arah 
 
a.  Komunikasi data Half Duplex: Dua arah bergantian


b. Komunikasi data Full Duplex : Dua arah bisa bersamaan

 1.1 Komponen Komunikasi Data 


    
Pengirim, adalah piranti yang mengirimkan data, berupa komputer, n   alat lainnya seperti
handphone, video kamera, dan lainnya yang sejenis.
  


Penerima, adalah piranti yang menerima data,  juga bisa berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video kamera, dan lainnya yang sejenis.



         
 Pesan / Data, adalah informasi yang akan dipindahkan bisa berupa apa  saja, teks, angka,
 gambar, suara, video, atau kombinasi dari semuanya.
  
Media pengiriman, adalah media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan data, bisa
berupa kabel, cahaya maupun gelombang magnetik.
  
Protokol, adalah aturan-aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih alat untuk dapat saling berkomunikasi. Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling terhubung tetapi tidak dapat saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat diterima oleh alat yang dituju.

2. Media Pengiriman data
2.1 Media yang terpandu
•  Kabel Twisted Pair: Kabel berpasangan, ada yang pasangan tunggal dan banyak pasangan.
•  Kabel Coaxial: Kabel yang terdiri dari 2 konduktor: 1 konduktoor didalam, 1 konduktor
diluar melingkupi yang di dalam. Kedua dipisahkan oleh isolator, dan terbungkus karet
pembungkus.
•  Optical fiber: Kabel yang terbuat dari kaca yang menyalurkan cahaya sebagai pembawa
sinyal.

2.2 Media yang tidak terpandu
•  Wireless: Media pengiriman data menggunakan medium udara sebagai media penyaluran sinyal elektromagnetik.

http://mdin.staff.uad.ac.id    4 / 9
3. Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog Dengan Digital
3.1 Sinyal Analog

Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu,
yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. 

Dua parameter/karakteristik
terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya
dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua
bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal
analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.

Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat
mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. 

Gelombang
pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable
dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.

Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal   analog.
  
Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik. 
  

Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu 
3.2 Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba- tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.

Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. 
Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21).
Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum,
jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.


4. Protokol
Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan
komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi
pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang
ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada
kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik. 
Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open System Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO
(International Standart Organization). 

4.1 Komponen Protokol
1. Aturan atau prosedur 
    Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan 
    Mengatur proses transfer data 
2. Format atau bentuk 
    representasi pesan 
3. Kosakata (vocabulary) 
    Jenis pesan dan makna masing-masing pesan

4.2 Fungsi Protokol
Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan
sisi penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan
dengan baik dan benar. Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan
berikut:
  Fragmentasi dan reassembly: Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi
informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan
informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket
informasi yang lengkap.
  Encaptulation: Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
  
Connection control: Fungsi dari Connection control adalah membangun hubungan
(connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun
hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.
  Flow control: Berfungsi sebagai pengatur perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima.
  Error control: Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses
pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah
mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.  http://mdin.staff.uad.ac.id    6 / 9
  Transmission service: Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan
komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta
perlindungan data.


4.3 Susunan Protokol
Protokol jaringan disusun oleh dalam bentuk lapisan-lapisan (layer). Hal ini
mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam
layer ini, jumlah, nama, isi dan fungsi setiap layer berbeda-beda. Akan tetapi tujuan
dari setiap layer ini adalah memberi layanan ke layer yang ada di atasnya. Susunan dari
layer ini menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi.
Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface ini
menentukan layanan layer yang di bawah kepada layer yang di atasnya. Pada saat
merencanakan sebah jaringan, hendaknya memperhatikan bagaimana menentukan
interface yang tepat yang akan ditempatkan di antara dua layer yang bersangkutan.

4.4 Standarisasi Protokol (ISO 7498)
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol
komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference

 Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat
terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan
yang sesuai dengan fungsi layer tersebut. 

1.  Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang
diakses. Kelompok aplikasi dengan jaringan: 
a.  File transfer dan metode akses 
b.  Pertukaran job dan manipulasi 
c.  Pertukaran pesan 

2.  Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data. 
a.  Negosiasi sintaksis untuk transfer
b.  Transformasi representasi data

3.  Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi) 
a.  Kontrol dialog dan sinkronisasi 
b.  Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi

4.  Transport Layer:
a.  Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung 
b.  Manajemen koneksi 
c.  Kontrol kesalahan 
d.  Fragmentasi 
e.  Kontrol aliran

5.  Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data. 
a.  Routing 
b.  Pengalamatan secara lojik 
c.  setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan)

6.  Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik. 
a.  Penyusunan frame 
b.  Transparansi data 
c.  Kontrol kesalahan (error-detection) 
d.  Kontrol aliran (flow)

7.  Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.

5. Router, Bridge dan Repeater
5.1 Router
Router adalah merupakan piranti yang menghubungkan dua buah jaringan yang
berbeda tipe maupun protokol. Dengan router dapat dimungkinkan untuk :
     
Menghubungkan sejumlah jaringan yang memiliki topologi dan protokol yang berbeda. 
Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi yang lain.
Membagi suatu jaringan berukuran besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dan muda untuk dikelola.
Memungkinkan jaringan dihubungkan ke internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja.
Mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan.
Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara membatasi akses terhadap data-data yang tidak berhak untuk diakses.


5.2 Bridge
Bridge adalah jenis perangkat yang diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama
(ataupun bertopologi berbeda) tetapi dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing
jaringan tidak saling mempengaruhi jaringan yang lainnya. Bridge memiliki sifat yang
tidak mengubah isi maupun bentuk frame yang diterimanya, disamping itu bridge
memiliki buffer yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman
dan penerimaan data. 

Gambar. Fungsi Bridge pada jaringan

Adapun alasan menggunakan bridge adalah sebagai berikut :
Keterbatasan jaringan, hal ini terkait erat dengan jumlah maksimum stasiun, panjang maksimum segmen, dan bentang jaringan
Kehandalan dan keamanan lalu lintas data, bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua
segmen jaringan

Semakin besar jaringan, performa atau unjuk kerja semakin menurun
Bila dua sistem pada tempat yang berjauhan disambungkan, penggunaan bridge dengan saluran komunikasi jarak jauh jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan menghubungkan langsung dua sistem tersebut


5.3 Repeater
Repeater adalah piranti yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal
atau isyarat yang melewatinya, Dua sub jaringan yang dilewatkan pada repeater
memiliki protokol yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi untuk



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More